Berita > Arsip Berita
Arsip Berita | Situs
Perdagangan Obat Palsu Dibongkar
Media Indonesia -- Selasa, 10/11/2015
SUBDIREKTORAT Industri dan Perdagangan (In dag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggerebek dua gudang penyimpanan obat palsu berbagai jenis di Perumahan Kalideres Permai dan Puri Gardenia, Kelurahan Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat.Dua kontainer obat palsu yang diedarkan di wilayah Jakarta, Lampung, Cilegon, dan Surabaya itu terdiri dari 25 jenis dan merupakan obat tradisional dan obat kesehatan.Di lokasi, petugas meringkus pemilik usaha berinisial RY, dan menyita obat palsu itu.

“Tersangka menjual 25 jenis obat tradisional dan obat kesehatan sejak Mei lalu. Total ada dua kontainer obat palsu siap edar yang berhasil kami amanankan,“ kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mujiyono, kemarin.

Sediaan farmasi yang diedarkan tersangka merupakan produk lokal dan impor dengan merek Africa Black Ant, San Rego, Black Stone, Top Klimak, Nangen Zengzhangsu, Black Ant King, Tanduk Rusa, dan Dewa Dru. Obat-obatan tersebut mayoritas berupa obat kuat khusus pria, asam urat, dan reumatik.

Mujiyono menjelaskan sasaran distribusi obat ilegal ialah toko obat di wilayah pinggiran. Bahkan, agar tidak dicurigai, tersangka melakukan sistem penjualan dalam partai besar, dan bukan dengan cara diecer.

Harga obat palsu yang ditawarkan juga jauh lebih murah bila dibandingkan dengan produk asli. Oleh karena itu, banyak konsumen yang tertarik dengan harga murah serta iming-iming khasiat obat.

“Kejahatan yang dilakukan tersangka telah merugikan negara dan konsumen. Ini melanggar Pasal 197 UndangUndang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Beruntung kami bisa mengamankan dan menghentikan peredarannya, meski diduga masih banyak lagi kasus serupa,“ ujarnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, konsumsi atau penggunaan obat ilegal yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan bisa menimbulkan efek samping. Obat kuat pria, misalnya, belum tentu memiliki efek seperti yang diharapkan.Namun, ia menyesalkan konsumen yang menjadi korban kerap malu melapor.Secara daring Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Agung Marlianto mengungkapkan, dalam sebulan tersangka mampu meraup keuntungan Rp25 juta. Selain penjualan secara langsung, pelaku pun aktif menawarkan obat tersebut secara daring (online).

Menurutnya, obat lokal dibuat dengan kemasan yang mirip produk asli. Adapun obat impor diperoleh dari sejumlah negara dengan cara diselundupkan via pelabuhan tikus. “Tidak hanya obat kuat, obat gosok dan obat kesehatan juga ditawarkan,“ terangnya.

Guna meminimalkan peredaran obat palsu, Agung mengimbau masyarakat lebih waspada dan bersedia melaporkan temuan kasus itu kepada polisi.
Kembali
Mauve
15/07/2016 10:07:00
And I was just worneding about that too!
Priest
13/07/2016 20:07:29
I like to party, not look arieclts up online. You made it happen.
Vianca
13/07/2016 20:07:28
Home run! Great slgnigug with that answer!
India
13/07/2016 20:07:24
Your post has moved the debate foarrwd. Thanks for sharing!
Latricia
13/07/2016 20:07:24
At last! Someone who undntsraeds! Thanks for posting!
 << Komentar Sebelumnya 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  Komentar Lainnya >>

Isi Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Mak [600] Karakter
Verifikasi kode