Berita > Arsip Berita
Arsip Berita | Situs
BPOM Sita Ribuan Obat Ilegal dan Produk Kosmetik di Solo
Yudha Satriawan -- voaindonesia.com -- Kamis, 10/09/2015
SOLO - Tumpukan kardus tampak di teras sebuah rumah di perumahan di Baturan Colomadu, perbatasan Solo-Karanganyar, Kamis sore (3/9).Petugas berseragam satpol Pamong Praja, kepolisian, dan lainnya terlihat mengeluarkan tumpukan kardus dari dalam rumah tersebut. Ada kardus bertuliskan Black Magic Shampoo, re-born cosmetic, hingga kardus tulisan huruf Thailand dan China.

Juru bicara Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang, Zeta Rina Pudjiastuti, saat ditemui di lokasi penggerebekan gudang produk kosmetik dan obat tersebut, mengatakan hampir semua produk yang ditemukan ini ilegal dan ada yang produk impor.

Menurut Zeta, seluruh produk ini disita dan pelaku dijerat Undang-undang kesehatan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

“Kami dari tim satgas pemberantasan obat dan makanan dari BPOM di Semarang bersama Polda dan Bea Cukai, sore ini melakukan penertiban mengenai produk yang ilegal berupa kosmetik, obat tradisional, dan obat. Ini berdasarkan data infomrasi dan penelusuran secara online, karena produk ini dijual secara online, memiliki website di Internet," ujarnya.

"Kita temukan produk-produk tersebut tidak memiliki izin edar. Bahayanya jelas, kalau tanpa izin edar, produk itu pasti tidak dijamin keamanannya. Misalnya, bisa menimbulkan gatal, alergi, iritasi hingga kanker kulit dalam jangka panjang," katanya.

Zeta mengatakan produk ilegal itu berjumlah banyak dengan beragam merk, mencakup masker, krim pemutih sampo dan sebagainya.

"Ada sebagian yang produk impor, dari Amerika, ada juga ada yang tidak berbahasa Indonesia dan hanya berisi tulisan aksara Thailand..banyak merk. Kalau jumlah totalnya unit produk banyak sekali, masih kita hitung. Di dalam tumpukan kardus..yang jelas ada sekitar 150 item berbagai jenis produk. Ini kita sita semuanya," ucapnya.

Selain BPOM, tim ini juga melibatkan Polda Jawa Tengah dan kantor bea cukai. Penggerebekan gudang kosmetik dan obat ilegal ini mengagetkan para warga sekitar.

“Pemilik dan karyawan di rumah itu selalu bertengkar dengan tetangga. Bahkan kami akan mengirimkan surat keberatan dengan aktivitas di rumah itu. Kami tidak tahu mereka usaha apa, selalu tertutup dengan warga sekitar," ujar seorang warga bernama Bayu.

Tumpukan ratusan kardus berisi ribuan produk kosmetik dan obat impor ilegal ini diangkut dengan truk untuk pemeriksaan kasus dan barang bukti.
Kembali
Leatrice
21/01/2017 05:01:52
magnificent post, quite informative. I wonder why the opposite specialists of this sector don’t notice this. You ought to proceed your writing. I’m confident, you’ve a great ree8sra&#d217; base currently!
Jonnie
21/01/2017 05:01:25
ww2 covered up a substantial amount of stupidity from the governments of the thirties.we have finally spent the last of the war money and so, i would imagine, it will only be a matter of time before we have to go again.war is prb..taole.ifas long as you are investing in the means....
Pink
21/01/2017 05:01:20
Non non Martine je ne suis pas fâchée ni irseqéi!J&rrtuo;ai toujours trouvé vos interventions très intéressantes!Mais j’avoue que parfois la compexité de l’être humain me dépasse!
Coralie
21/01/2017 05:01:17
Am stat sa ma gandesc ce am descoperit in anul care tocmai se incheie. Am realizat ca m-am schimbat mult si am invatat la fel de multe. Am avut un an minunat cu cateva experiente (placute sau mai putin pletuca)care si-au pus amprenta asupra mea, intr-un mod bun cred eu. Am descoperit blogurile de beauty la inceputul anului si de acolo am aflat muulte noutati: produsele de la Paula's Choice cu care mi-am adus tenul pe linia de plutire, am invatat multe despre machiaj, unghii, par si multe mult altele. Una peste alta 2012 a fost un an bun :D
Kamren
21/01/2017 04:01:59
That`s a smart answer to a diculffit question.
 << Komentar Sebelumnya 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  11  12  13  14  15  16  17  18  19  20  21  22  23  24  25  26  27  28  29  30  31  32  33  34  35  36  37  38  39  40  Komentar Lainnya >>

Isi Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Mak [600] Karakter
Verifikasi kode