Forum > Forum STOP Obat Palsu
Harga obat di apotek klinik
22 March 2009 00:00

Saya pernah berobat ke dokter yang berpraktek di suatu klinik yang dilengkapi dengan apotek. Karena harga obat yang diresepkan luar biasa mahal, saya hanya menebus setengahnya saja. Obat tersebut diberikan tanpa kemasan.

Saya meminta salinan resep untuk sisa obat yang kemudian saya tebus di apotek lain. Apotek yang kedua ini ternyata menjual obat tersebut dengan harga yang jauh lebih murah, dan obat diberikan lengkap dengan kemasannya.

Perbedaan itu membuat saya bingung. Obat mana yang asli? Mungkinkah apotek di klinik itu menipu?

Oleh : Toharudin
Tanggapan :

Pak Toharudin yth, obat palsu atau asli secara umum dapat dideteksi melalui bentuk dan tampilan fisik obat, serta kemasannya. Jadi kalau sama, keduanya bisa saja asli, hanya ada perbedaan diharganya saja.

Cara lain adalah dengan membandingkan khasiatnya. Obat yang tidak membantu menyembuhkan penyakit seperti pernyataan tentang manfaat obat yang tertera pada kemasan kemungkinan besar adalah obat palsu.

Obat palsu bisa saja dijual dengan harga yang lebih murah atau mahal daripada harga obat yang asli. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Bapak bisa meminta apotek atau rumah sakit untuk memberikan obat lengkap dengan kemasan dan sisipan keterangan obat. Kemasan dan sisipan keterangan obat penting untuk membantu pasien mengetahui komposisi, manfaat, cara pakai dan risiko efek samping dari obat yang dikonsumsinya.

Semoga bermanfaat

Kembali

Isi Komentar Anda
Nama
Email
Komentar
Mak [600] Karakter
Verifikasi kode

 


Berita Utama
»
Muhammad Abdi Amna -- kabar24.bisnis.com -- Jumat, 15/01/2016
»
YOHANES PASKALIS -- tempo.co -- Selasa, 12/01/2016
»
Gervin Nathaniel Purba -- metrotvnews.com -- Selasa, 22/12/2015
»
citraindonesia -- Selasa, 22/12/2015
»
rri.co.id -- Sabtu, 12/12/2015
Berita Lain
»
Mutia Ramadhani -- republika.co.id -- Jumat, 04/12/2015
»
Syamsul Anwar Khoemaeni -- okezone.com -- Senin, 07/12/2015
»
jpnn.com -- Sabtu, 05/12/2015
»
Media Indonesia -- Selasa, 10/11/2015
»
Yudha Satriawan -- voaindonesia.com -- Kamis, 10/09/2015